PENDAHULUAN
Manajemen adalah proses untuk mendapatkan hasil melalui orang lain dan tidak bias dilaksanakan secara sendirian. Apabila manajemen gagal, mengakibatkan rasa jengkel, perubahan system, konsumen merasa dirugikan, pelayanan menjadi menurun, dan berimplikasi meluas (gaji menrun, kinerja menurun). Untuk itu manajemen perlu sikap leadership yang efektif dan bias membuat iklim motivasional yang positif.
KONSEP MOTIVASI
1. Pengertian motivasi
Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (Ngalim Purwanto, 2000)
Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berprilaku (Sortell dan Kaluzny,1994)
Motivasi yaitu hubungan antara kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Kebutuhan muncul karena adanya sesuatu yang dirasakan kurang oleh seseorang, baik bersifat fisiologis ataupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan tadi, sedangkan tujuan adalah akhir dari satu siklus motivasi (Stanford, 1970)
Jadi motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan suatu energi yang ada pada diri manusia. Sehingga akan berhubungan dengan persoalaan gejala kejiwaan. Perasaan dan juga emosi untuk kemudian bertindak dan melakukan sesuatu. Semua dorongan itu karena adanya tujuan kebutuhan, keinginan.
Sedangkan memotivasi adalah proses manajemen untuk memengaruhi tingkah laku manusia berdasarkan pengetahuan mengenai “apa yang membuat orang tergerak” (Stoner & Freeman, 1995). Menurut bentuknya motivasi terdiri atas:
a. Motivasi instrinsik, yaitu motivasi yang datang dari dalam individu;
b. Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang datang dari luar diri individu;
c. Motivasi terdesak, yaitu motivasi yang timbul dalam kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak dan cepat sekali.
2. Teori motivasi
a. Teori Hedonisme
Hedone dalam bahasa Yunani adalah kesukaan, kekuatan atau kenikmatan, menurut pandangan hedonisme. Implikasi dari teori ini adalah adanya anggapan bahwa orang akan cenderung menghindari hal-hal yang sulit dan menyusahkan atau mengandung resiko berat dan lebih suka melakukan suatu yang mendatangkan kesenangan baginya.
b. Teori naluri
Bahwa pada dasarnya manusia memiliki tiga dorongan nafsu pokok yang dalam hal ini disebut juga dorongan nafsu (naluri) mempertahankan diri, dorongan nafsu (naluri) mengembangkan diri.
c. Teori reaksi yang dipelajari
Teori berpandangan bahwa tindakan atau perilaku manusia tidak berdasarkan naluri tetapi berdasarkan pola-pola tingkah laku yang dipelajari dari kebudayaan di tempat orang itu hidup. Menurut teori ini, apabila seorang pemimpin atau pendidik akan memotivasi anak buah atau anak didiknya, pemimpin atau pendidik hendaknya mengetahui latar belakang kehidupan dan kebudayaan orang-orang yang dipimpinnya.
d. Teori pendorong
Teori ini merupakan panduan antar teori naluri dengan "teori reaksi yang dipelajari", daya dorong adalah semacam naluri tetapi hanya suatu dorongan kekuatan yang luas terhadap suatu arah yang umum. Oleh karena itu, menurut teori ini bila seseorang memimpin atau mendidik ingin memotivasi anak buahnya, ia harus berdasarkan atas daya pendorong yaitu atas naluri dan juga reaksi yang dipelajari dari kebudayaan yang dimilikinya.
e. Teori kebutuhan
Teori ini beranggapan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia pada hakekatnya adalah pemenuhan kebutuhan fisik maupun psikis. Oleh karena itu menurut teori ini apabila seseorang, ia harus mengetahui terlebih dahulu apa kebutuhan-kebutuhan orang-orang yang dimotivasinya.
3. Hubungan motivasi dengan kepuasan kerja (Suarli & Bachtiar, 2002)
Motivasi yang tinggi akan tercapainya suatu tujuan organisasi, sehingga tercapilah sebuah kepuasan kerja. Ada dua factor yang memengaruhi kinerja dan kepuasan kerja, yaitu motivasi dan lingkungan.
a. Motivasi
Menurut Rowland (1997), factor-faktor yang mempengaruhi motivasi meliputi:
1) Keinginan akan adanya peningkatan
2) Rasa percaya bahwa gaji yang sudah didapatkan sudah mencukupi
3) Memiliki kemampuan pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan.
4) Adanya umpan balik
5) Adanya kesempatan untuk mencoba pendekatan baru dalam melakukan pekerjaan
6) Adanya instrument kinerja untuk promosi, kerjasama, dan peningkatan penghasilan.
Kebutuhan seseorang untuk mencapai prestasi merupakan kunci dalam motivasi dan kepuasan kerja. Motivasi seseorang akan timbul apabila mereka diberi kesempatan untuk mencoba cara baru dan mendapat umpan balik dari hasil yang diberikan.
b. Lingkungan
Faktor lingkungan meliputi:
1) Komunikasi
- Penghargaan terhadap usaha yang telah dilakukan
- Pengetahuan tentang kegiatan organisasi
- Rasa percaya diri berhubungan dengan manajemen organisasi
2) Potensi pengembangan
- Kesempatan untuk berkembang, meningkatkan karier, dan mendapatkan promosi, seperti pelatihan, beasiswa untuk melanjutkan kuliah, pelatihan manajemen bagi staff yang dipromosikan.
3) Kebijakan individual, yaitu tindakan untuk mengakomodasi kebutuhan individu seperti jadwal kerja, liburan, cuti sakit, serta pembiayaannya.
- Ketenangan dalam bekerja
- Loyalitas organisasi terhadap staf
- Kondisi kerja yang kondusif
- Keputusan organisasi yang adil dan konsisten.
PENUTUP
Motivasi dalam sebuah manajemen sangat diperlukan sekali untuk tercapainya tujuan yang sudah direncanakan. Motivasi adalah penguat terakhir yang menciptakan kinerja luar biasa. Untuk bisa menciptakan motivasi yang positif, banyak factor yang mempengaruhi, diantaranya kondisi kerja, hubungan interpersonal, keputusan organisasi yang adil dan konsisten, gaji yang menunjang, adanya sebuah pengakuan dan reinforcement, juga pengembangan karir bagi staf.
REFERENSI
Suarli S. Yanyan Bachtiar (2002) Manajemen Keperawatan Pendekatan Praktis: Jakarta: Erlangga
http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/09/konsep-motivasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar