Selasa, 11 Oktober 2011

stres dan adaptasi



STRES    DAN    ADAPTASI



















DISUSUN   OLEH     :


1.    HARIYATI                                    NIM  :  SK 111 001B

2.    LAURIKA                                     NIM  :  SK 111 003B

3.    LAILA FITRIYAH   A.                     NIM  :  SK 111 005B



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN








PENDAHULUAN


Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Dan jika kebutuhan dasar itu tidak seimbang, maka akan menimbulkan stres baik yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek.

PENGERTIAN STRES DAN STRESOR


Stres dapat diartikan sebagai respon adaptif, dipengaruhi oleh karateristik individual , dan  proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan psikologis terhadap seseorang (Ivancevich dan Matteson, 1980 dalam Kreitner dan kinicki, 2004).
Menurut Claude Bernard 1867,  perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal dapat mengganggu fungsi  organisme  sehingga penting bagi organisme tersebut untuk beradaptasi terhadap stressor agar dapat bertahan.
Stressor merupakan stimuli yang mengawali atau  memicu perubahan yang menimbulkan stres.  Stresor  mewakili kebutuhan yang tidak terpenuhi, bisa berupa kebutuhan fisiologis, psikologis, sosial, lingkungan, spiritual, dan sebagainya.
Sedangkan  Hans Seyle, 1976, menyatakan bahwa stres merupakan situasi di mana suatu tuntutan yang sifatnya tidak spesifik dan mengharuskan seseorang memberikan respon atau mengambil  tindakan.

SUMBER STRESSOR


  1. INTERNAL
Faktor internal stres bersumber dari diri sendiri.  Stresor individual dapat timbul dari tuntutan pekerjaan atau beban yang terlalu berat, kondisi keuangan, ketidakpuasan dengan fisik tubuh, penyakit yang dialami, masa pubertas, karateristik atau sifat yang dimiliki, dan sebagainya.
  1. EKSTERNAL
Dapat bersumber dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Stressor yang berasal dri keluarga disebabkan adanya perselisihan dlm keluarga, perpisahan orang tua, dsb.  Sumber stresor masyarakat dan lingkungan dapat berasal dari lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial, atau lingkungan fisik.


JENIS STRES

Ditinjau dari penyebabnya, stres dibedakan ke dalam beberapa jenis berikut :

  1. Stres fisik, merupakan stres yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang terlalu tinggi / rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyegat, dsb.
  2. Stres kimiawi, merupakan stres yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun, faktor hormon dll.
  3. Stres mikrobiologis, merupakan stres yang  disebabkan oleh kuman, seperti virus, bakteri, atau parasit.
  4. Stres fisiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh, antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, fungsi organ dan sebagainya.
  5. Stres proses tumbuh kembang, merupakan stres yang disebabkan tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan,dan pertambahan usia.
  6. Stres psikologis atau emosional, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologi atau ketidakmampuan kondisi psikologi untuk menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya dan keagamaan.


MACAM-MACAM MODEL STRES, DIANTARANYA :

  1. Model berdasarkan respons
Model ini menjelaskan respon tertentu dapat mengindikasikan stresor.  Model stres yang dikemukakan oleh Selye, 1976, menguraikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang dihadapinya.  Stres ditunjukkan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum  (general adaptation syndrom-GAS).
  1. Model berdasarkan adaptasi
Empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi itu menimbulkan stres atau tidak ( Mechanic, 1962) , yaitu :
-          kemampuan untuk mengatasi stres, bergantung pada pengalaman seseorang dalam menghadapi stres serupa, sistem pendukung, persepsi keseluruhan terhadap stres.

-          praktik atau norma dari kelompok atau rekan-rekan yang mengalami stres, jika kelompoknya menganggap wajar untuk membicarakan stressor, maka klien dapat mengeluhkan atau mendiskusikan hal tersebut. Respon ini dapat membantuproses adaptasi terhadap stres.

-          Pengaruh lingkungan sosial dalam membantu seseorang menghadapi stressor.

-          Sumber daya yang dapat digunakan untuk mengatasi stressor.

  1. Model berdasarkan stimulus
Model ini berfokus pada karateristik yang bersifat mengganggu atau merusak dalam lingkungan.
 
  1. Model berdasarkan transaksi
Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yang dinamis, dan interaktif. Model yang dikembangkan oleh lazarus dan Folkman ini menganggap stressor sebagai respons  perseptual seseorang  yang berakar dari proses psikologis dan kognitif. Stres berasal dari hubunganantara orang dan lingkungannya.



FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPONS TERHADAP STRESOR


Respon terhadap stresor  yang diberikan individu akan berbeda, hal tersebut akan bergantung dari faktor stresor dan kemampuan koping yang dimiliki individu.
Beberapa karateristik  stresor yang dapat mempengaruhi respon tubuh, antara lain :
  1. SIFAT STRESOR.
Sifat stresor dapat berubah secara tiba-tiba atau berangsur-angsur, dan dapat mempengaruhi respons seseorang dalam menghadapi stres, tergantung mekanisme yang dimilikinya.

  1. DURASI STRESSOR.
Lamanya stresor yang dialaminya seseorang dapat mempengaruhi respon tubuh.

  1. JUMLAH STRESOR.
Semakin banyak stresor yang dialami seseorang, semakin besar dampaknya bagi fungsi tubuh.

  1. PENGALAMAN MASA LALU
Pengalaman bisa menjadi bekal dalam menghadapi stres berikutnya.

  1. TIPE KEPRIBADIAN
Menurut Friedman dan Roseman, 1974, terdapat 2 tipe kepribadian, yaitu tipe A dan tipe B. Orang dengan kepribadian tipe A lebih rentan terkena stres, dibandingkan dengan tipe B.  Tipe A memiliki ciri-ciri ambisius, agresif, kompetitif, kurang sabar, mudah tegang, mudah tersinggung, mudah marah, memiliki kewaspadaan yang berlebihan, berbicara dengan cepat, bekerja tidak kenal waktu, pandai berorganisasi dan memimpin atau memerintah, lebih suka bekerja sendirian bila ada tantangan, kaku terhadap waktu, tidak mudah dipengaruhi, dan sulit untuk santai. Sedangkan tipe B, memiliki sifat kebalikannya antaralain, santai, penyabar, tenang, tidak mudah marah/ tersinggung, jarang kekurangan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, fleksibel, mudah bergaul dll.

  1. TAHAP PERKEMBANGAN
Stresor yang dialami individu berbeda pada setiap tahap pekembanagan usia Sebagaimana terlihat pada tabel  :
           
TAHAPAN PERKEMBANGAN                 JENIS STRESOR

Anak                                                               konflik kemandirian dan
ketergantungan
Pada orangtua
Mulai bersekolah
Hubungan dengan teman sebaya
Kompetisi dengan teman sebaya

REMAJA                                                        Perubahan tubuh
Hubungan dengan teman
Seksualitas
Kemandirian

DEWASA MUDA                                         Menikah
Meninggalkan rumah
Mulai bekerja
                                                                        Melanjutkan pendidikan
Membesarkan anak

DEWASA TENGAH                                                 Menerima proses penuaan
                                                                        Status sosial

DEWASA TUA                                             Usia lanjut
Perubahan tempat tinggal
Penyesuaian diri pada masa pensiun
Proses kematian.



TAHAPAN STRES

1.              Tahap Pertama.
Tahap stres yang paling ringan dan biasanya ditandai dengan munculnya
Semangat yang berlebihan, penglihatan lebih tajam dari biasanya, dan
Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, ( namun
tanpa disadari  cadangan energi dihabiskan dan timbulnya rasa gugup
yang berlebihan

2.              Tahap Kedua
Pada tahap ini , dampak stres yang semula menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan karena habisnya cadangan energi.


3.                  Tahap Ketiga
Tahap ini  keluhan akan semakin nyata, seperti gangguan lambung,
Dan usus ,( spt diare, gastritis / maag ), ketegangan otot semakin terasa,
Perasaan tidak tenang, insomnia, dan tubuh terasa lemah atau tidak
bertenaga.
           
4.                  Tahap  Keempat
Pada tahap ini ketika orang memeriksakan diri ke dokter , seringkali dinyatakan  tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan pada organ fisiknya.                
Namun pada kondisi berkelanjutan akan muncul gejala seperti, ketidakmampuan melakukan aktivitas rutin karena perasaan bosan, kehilangan semangat, terlalu lelah, gangguan pola tidur, konsentrasi menurun, serta munculnya rasa takut dan cemas yang tidak jelas penyebabnya.

5.       Tahap   Kelima
Tahap ini ditandai  dengan kelelahan fisik yang sangat , tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang ringan dan sederhana, gangguan pada sistem pencernaan yang semakin berat, dan meningkatnya rasa takut dan cemas.

6.        Tahap Keenam
Tahap ini merupakan tahap puncak, biasanya ditandai dengan timbulnya rasa panik, takut mati, yang menyebabkan jantung semakin cepat berdetak, kesulitan untuk bernafas, tubuh bergetar dan berkeringat, adanya kemungkinan kolaps atau pingsan.


CARA MENILAI STRES

  1. MENURUT HOLMES  DAN ROHE
Skala ini menghitung jumlah stres yang dialami seseorang dengan cara menambahkan nilai relatif stres, yang disebut Unit Perubahan Hidup (lafe change units-LCU), untuk berbagai peristiwa yang dialami seseorang.
Pada skala ini , terdapat jumlah peristiwa yang dialami seseorang selama 12 tahun terakhir, Beri tanda pada peristiwa yang dialami, misalnya , seseorang mengalami perpindahan rumah 2x/th, maka skornya 2x20 = 40. Selanjutnya seluruh nilai dijumlah untuk mengetahui total nilai stres..


1.  kematian pasangan hidup                                                                         100
2.  perceraian dengan pasangan                                                                       73
3.  perpisahan dengan pasangan hidup                                                             65
4.  dipenjara                                                                                                      63
5.  kematian anggota keluarga dekat                                                                 63
6.  kecelakaan atau jatuh sakit                                                                           53
7.  pernikahan                                                                                                    50
8.  dipecat dari pekerjaan                                                                                   47
9.  rujuk dalam pernikahan                                                                                 45
10. pensiun                                                                                                         45
11. perubahan status  kesehatan anggota keluarga                                             44
12. kehamilan                                                                                                     40
13. masalah seksual                                                                                            39
14. kehadiran anggota keluarga baru                                                                  39
15. penyesuaian pekerjaan/usaha                                                                        39
16. perubahan kondisi keuangan                                                                         38
17. kematian sahabat dekat                                                                                 37
18. pindah kerja / perubahan pekerjaan                                                               36
19. konflik dengan pasangan                                                                               35
20. pinjaman dalam jumlah besar                                                                        31
21. pelunasan hutang                                                                                           30
22. perubahan tanggung jawab di lingkungan kerja                                            29
23. anak meninggalkan rumah                                                                             29
24. masalah dengan ipar, mertua, dan menantu                                                   29
25. prestasi yang luar biasa                                                                                  28
26. pasangan mulai atau berhenti bekerja                                                            26
27. permulaan atau akhir sekolah                                                                         26
28. perubahan kondisi tempat tinggal                                                                  25
29. perubahan kebiasaan pribadi (diet, merokok)                                               24
30. Masalah dengan atasan                                                                                  23
31. perubaqhan kondisi atau jam kerja                                                                20
32. pindah rumah                                                                                                 20
33. pindah sekolah                                                                                               20
34. perubahan pola rekreasi                                                                                 19
35. perubahan aktivitas keagamaan                                                                     19
36. perubahan aktivitas sosial                                                                              18
37. pinjaman dalam jumlah kecil                                                                         17
38. perubahan pola tidur                                                                                      16
39. perubahan jumlah pertemuan dengan keluarga                                              15
40. perubahan pola makan                                                                                   15
41. berlibur ke luar kota/ negri                                                                             13
42. sendirian dihari libur                                                                                      12
43. pelanggaran hukum ringan                                                                            11


Tingkat Stres  :

Tidak signifikan    < 149                                           Rendah          = 150-200
Sedang                   = 200-299                                   Tinggi            >  300

  1. SKALA MILLER DAN SMITH


1.
Saya makan makanan yang hangat dan berimbang sedikitnya 1x/ hari          
1
2
3
4
5
2.
Saya tidur 7-8 jam sedikitnya empat malam dalam seminggu
1     
2
3
4
5
3.
Saya memberi dan menerima kasih saying secara teratur
1
2
3
4
5
4.
Saya memiliki sedikitnya 1 orang saudara yang bias diandalkan dlm jarak 75 km
1
2
3
4
5
5.
Saya melakukan olah tubuh hingga berkeringat sedikitnya 2x seminggu
1
2
3
4
5
6.
Saya merokok kurang dari setengah bungkus sehari ( bukan perokok)
1
2
3
4
5
7.
Saya  minum kurang dari 5 gelas minuman berakohol dalam seminggu (bukan peminum)





8.
Berat badan saya seimbang dengan tinggi badan
1
2
3
4
5
9.
Saya memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok
1
2
3
4
5
10.
Saya memperoleh kekuatan dari agama/keyakinan saya
1
2
3
4
5
11.
Saya menghadiri kegiatan klub atau social secara teratur
1
2
3
4
5
12.
Saya mempunyai jaringan teman atau kenalan
1
2
3
4
5
13.
Saya mempunyai sedikitnya satu orang sahabat yang dapat dipercaya dalam hal-hal yang bersifat pribadi.
1
2
3
4
5
14.
Kesehatan saya baik termasuk mata, telinga dan gigi
1
2
3
4
5
15.
Says dapat berbicara secara terus terang mengenai perasaan saya disaat saya marah atau gelisah
1
2
3
4
5
16.
Saya bercakap-cakap secara teratur dengan orang-orang yang tinggal bersama saya mengenai urusan rumah dan masalah  keuangan
1
2
3
4
5
17.  
 Saya melakukan sesuatu untuk bersenang-senang sedikitnya sekali dalam 1 minggu
1
2
3
4
5
18.       
Saya mampu mengelola waktu dengan efektif
1
2
3
4
5
19.
Saya minum kurang dari 3 cangkir kopi sehari (kafein)
1
2
3
4
5
20.
Saya mengalokasikan waktu untuk berdiam diri sehari
1
2
3
4
5

           
KETERANGAN  :
1      =   hampir selalu
2      =   biasanya
3      =   kadang-kadang
4      =   hampir tidak pernah
5      =   tidak  pernah

Skor ketahanan Stres  :

0-10 poin            =   memiliki ketahanan luar biasa terhadap stres
11-30                  =   tidak terlalu rentan terhadap stres
31-50                  =   cukup rentan terhadap stres
51-74                  =   rentan terhadap stres
75-80                  =   sangat rentan terhadap stres



ADAPTASI TERHADAP STRES

Ketika mengalami stres , orang akan menggunakan energi fisiologis, psikologis, sosial budaya, dan spiritual untuk beradaptasi. Jumlah energi yang dibutuhkan dan efektivitas upaya adaptasi tersebut bergantung pada intensitas, lingkup dan jangka waktu stresor, serta jumlah stresor lainnya.

ADAPTASI FISIOLOGIS

Dibagi menjadi 2, adaptasi lokal ( local adaption syndrom- LAS), dan adaptasi umum ( general adaption syndrom).
Ciri- ciri adaptasi lokal yaitu bersifat lokal/ tidak melibatkan keseluruhan sistem tubuh, bersifat adaptif yaitu diperlukan stresor untuk menstimuli, bersifat jangka pendek, dan bersifat restoratif yaitu membantu memperbaiki homeostasis daerah atau bagian tubuh.
Sedangkan ciri adaptasi umum yaitu melibatkan seluruh jaringan tubuh, dan bersifat jangka panjang.

ADAPTASI PSIKOLOGIS

Adaptasi  ini merupakan proses penyesuaian secara psikologis dengan cara melakukan mekanisme pertahanan diri yang bertujuan melindungi atau bertahan dari serangan atau hal yang tidak menyenangkan. Adaptasi psikologis bisa bersifat konstruktif atau destruktif. Perilaku yang konstruktif membantu individu menerima tantangan untuk memecahkan konflik. Sedangkan destruktif tidak membantu untuk mengatasi stresor.
Perilaku adaptasi psikologis juga mengacu pada mekanisme koping yang berorientasi pada tugas (task oriented), dan mekanisme pertahanan diri (ego oriented).
-          Reaksi yang berorientasi pada tugas
Terdapat tiga perilaku yang umum yaitu :
a.       Menyerang, yaitu bertindak menghilangkan, mengatasi stresor, atau memenuhi kebutuhan misalnya berkonsultasi dengan orang yang ahli
b.      Menarik diri dari stresor secara fisik maupun emosi
c.       Berkompromi yaitu mengubah metode yang biasa digunakan , dan mengganti tujuan.
-          Reaksi yang berorientasi pada ego
Mekanisme pertahanan diri ini mencegah gangguan psikologis yang lebih dalam, diantaranya dengan cara :
- rasionalisasi
                                   -  pengalihan
                                   -  kompensasi
                                  -   identifikasi
                                   -  represi
                                   - supresi
                                   - penyangkalan

ADAPTASI SOSIAL BUDAYA

Merupakan cara untuk mengadakan perubahandengan melakukan proses penyesuaian perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat setempat.

ADAPTASI SPIRITUAL

Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya, misalnya orang Islam, bila stres , akan lebih giat sholat, puasa dsb.





TEHNIK MANAJEMEN STRES

Manajemen stres merupakan upaya mengelola stres dengan baik ,bertujuan mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ketahap yang paling berat.
Beberapa manajemen stres yang dapat dilakukan adalah  :
  1. mengatur diet dan nutrisi
  2. istirahat dan tidur
  3. olahraga teratur
  4. berhenti merokok
  5. menghindari minuman keras
  6. mengatur berat badan
  7. mengatur waktu
  8. terapi psikofarmaka
  9. terapi somatik
  10. psikoterapi
  11. terapi psikoreligius

Manajemen stres yang lain adalah dengan cara meningkatkan strategi koping yang berfokus pada emosi dan strategi koping yang berfokus pada masalah.
Koping yang berfokus pada emosi dilakukan antara lain dengan cara mengatur respon emosional terhadap stres melalui perilaku individu, misalnya meniadakan fakta yang tidak menyenangkan, mengendalikan diri, membuat jarak, penilaian secara positif, menerima tanggung jawab atau lari dari kenyataan /menghindar.
Koping yang berfokus pada masalah dilakukan dengan cara mempelajari ketrampilan untuk menyelesaikan masalah, seperti ketrampilan  menetapkan prioritas pekerjaan, manajemen waktu, relaksasi dan meditasi.


PERAN PERAWAT DALAM MENGATASI STRES

Untuk menghadapi seseorang,  yang mengalami stres, maka beberapa hal yang dapat dilakukan perawat,  antara lain  :
  1. Perawat harus mampu memfasilitasi orang yang sedang mengalami stres
  2. Perawat harus melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen stres
  3. Perawat dapat menggunakan strategi pemecahan masalah yang bertujuan mengurangi stres secara efektif untuk jangka panjang serta dapat meningkatkan keyakinan diri dan kemampuan dalam menghadapi  dan memecahkan masalah yang akan datang.




Makalah ini diambil dari satu sumber, yaitu buku Pengantar KEBUTUHAN DASAR MANUSIA, aplikasi konsep dan proses keperawatan, karangan A.Aziz Alimul H, Penerbit  SALEMBA MEDIKA.

-