STRES DAN ADAPTASI

DISUSUN OLEH :
1. HARIYATI NIM : SK 111 001B
2. LAURIKA NIM : SK 111 003B
3. LAILA FITRIYAH A. NIM : SK 111 005B
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
PENDAHULUAN
Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan.
Dan jika kebutuhan dasar itu tidak seimbang, maka akan menimbulkan stres baik yang bersifat jangka panjang maupun jangka pendek.
PENGERTIAN STRES DAN STRESOR
Stres dapat diartikan sebagai respon adaptif, dipengaruhi oleh karateristik individual , dan proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan psikologis terhadap seseorang (Ivancevich dan Matteson, 1980 dalam Kreitner dan kinicki, 2004).
Menurut Claude Bernard 1867, perubahan dalam lingkungan internal dan eksternal dapat mengganggu fungsi organisme sehingga penting bagi organisme tersebut untuk beradaptasi terhadap stressor agar dapat bertahan.
Stressor merupakan stimuli yang mengawali atau memicu perubahan yang menimbulkan stres. Stresor mewakili kebutuhan yang tidak terpenuhi, bisa berupa kebutuhan fisiologis, psikologis, sosial, lingkungan, spiritual, dan sebagainya.
Sedangkan Hans Seyle, 1976, menyatakan bahwa stres merupakan situasi di mana suatu tuntutan yang sifatnya tidak spesifik dan mengharuskan seseorang memberikan respon atau mengambil tindakan.
SUMBER STRESSOR
- INTERNAL
Faktor internal stres bersumber dari diri sendiri. Stresor individual dapat timbul dari tuntutan pekerjaan atau beban yang terlalu berat, kondisi keuangan, ketidakpuasan dengan fisik tubuh, penyakit yang dialami, masa pubertas, karateristik atau sifat yang dimiliki, dan sebagainya.
- EKSTERNAL
Dapat bersumber dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Stressor yang berasal dri keluarga disebabkan adanya perselisihan dlm keluarga, perpisahan orang tua, dsb. Sumber stresor masyarakat dan lingkungan dapat berasal dari lingkungan pekerjaan, lingkungan sosial, atau lingkungan fisik.
JENIS STRES
Ditinjau dari penyebabnya, stres dibedakan ke dalam beberapa jenis berikut :
- Stres fisik, merupakan stres yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang terlalu tinggi / rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyegat, dsb.
- Stres kimiawi, merupakan stres yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun, faktor hormon dll.
- Stres mikrobiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh kuman, seperti virus, bakteri, atau parasit.
- Stres fisiologis, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh, antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, fungsi organ dan sebagainya.
- Stres proses tumbuh kembang, merupakan stres yang disebabkan tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan,dan pertambahan usia.
- Stres psikologis atau emosional, merupakan stres yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologi atau ketidakmampuan kondisi psikologi untuk menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya dan keagamaan.
MACAM-MACAM MODEL STRES, DIANTARANYA :
- Model berdasarkan respons
Model ini menjelaskan respon tertentu dapat mengindikasikan stresor. Model stres yang dikemukakan oleh Selye, 1976, menguraikan stres sebagai respon yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang dihadapinya. Stres ditunjukkan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum (general adaptation syndrom-GAS).
- Model berdasarkan adaptasi
Empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi itu menimbulkan stres atau tidak ( Mechanic, 1962) , yaitu :
- kemampuan untuk mengatasi stres, bergantung pada pengalaman seseorang dalam menghadapi stres serupa, sistem pendukung, persepsi keseluruhan terhadap stres.
- praktik atau norma dari kelompok atau rekan-rekan yang mengalami stres, jika kelompoknya menganggap wajar untuk membicarakan stressor, maka klien dapat mengeluhkan atau mendiskusikan hal tersebut. Respon ini dapat membantuproses adaptasi terhadap stres.
- Pengaruh lingkungan sosial dalam membantu seseorang menghadapi stressor.
- Sumber daya yang dapat digunakan untuk mengatasi stressor.
- Model berdasarkan stimulus
Model ini berfokus pada karateristik yang bersifat mengganggu atau merusak dalam lingkungan.
- Model berdasarkan transaksi
Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yang dinamis, dan interaktif. Model yang dikembangkan oleh lazarus dan Folkman ini menganggap stressor sebagai respons perseptual seseorang yang berakar dari proses psikologis dan kognitif. Stres berasal dari hubunganantara orang dan lingkungannya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPONS TERHADAP STRESOR
Respon terhadap stresor yang diberikan individu akan berbeda, hal tersebut akan bergantung dari faktor stresor dan kemampuan koping yang dimiliki individu.
Beberapa karateristik stresor yang dapat mempengaruhi respon tubuh, antara lain :
- SIFAT STRESOR.
Sifat stresor dapat berubah secara tiba-tiba atau berangsur-angsur, dan dapat mempengaruhi respons seseorang dalam menghadapi stres, tergantung mekanisme yang dimilikinya.
- DURASI STRESSOR.
Lamanya stresor yang dialaminya seseorang dapat mempengaruhi respon tubuh.
- JUMLAH STRESOR.
Semakin banyak stresor yang dialami seseorang, semakin besar dampaknya bagi fungsi tubuh.
- PENGALAMAN MASA LALU
Pengalaman bisa menjadi bekal dalam menghadapi stres berikutnya.
- TIPE KEPRIBADIAN
Menurut Friedman dan Roseman, 1974, terdapat 2 tipe kepribadian, yaitu tipe A dan tipe B. Orang dengan kepribadian tipe A lebih rentan terkena stres, dibandingkan dengan tipe B. Tipe A memiliki ciri-ciri ambisius, agresif, kompetitif, kurang sabar, mudah tegang, mudah tersinggung, mudah marah, memiliki kewaspadaan yang berlebihan, berbicara dengan cepat, bekerja tidak kenal waktu, pandai berorganisasi dan memimpin atau memerintah, lebih suka bekerja sendirian bila ada tantangan, kaku terhadap waktu, tidak mudah dipengaruhi, dan sulit untuk santai. Sedangkan tipe B, memiliki sifat kebalikannya antaralain, santai, penyabar, tenang, tidak mudah marah/ tersinggung, jarang kekurangan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai, fleksibel, mudah bergaul dll.
- TAHAP PERKEMBANGAN
Stresor yang dialami individu berbeda pada setiap tahap pekembanagan usia Sebagaimana terlihat pada tabel :
TAHAPAN PERKEMBANGAN JENIS STRESOR
Anak konflik kemandirian dan
ketergantungan
Pada orangtua
Mulai bersekolah
Hubungan dengan teman sebaya
Kompetisi dengan teman sebaya
REMAJA Perubahan tubuh
Hubungan dengan teman
Seksualitas
Kemandirian
DEWASA MUDA Menikah
Meninggalkan rumah
Mulai bekerja
Melanjutkan pendidikan
Membesarkan anak
DEWASA TENGAH Menerima proses penuaan
Status sosial
DEWASA TUA Usia lanjut
Perubahan tempat tinggal
Penyesuaian diri pada masa pensiun
Proses kematian.
TAHAPAN STRES
1. Tahap Pertama.
Tahap stres yang paling ringan dan biasanya ditandai dengan munculnya
Semangat yang berlebihan, penglihatan lebih tajam dari biasanya, dan
Merasa mampu menyelesaikan pekerjaan lebih dari biasanya, ( namun
tanpa disadari cadangan energi dihabiskan dan timbulnya rasa gugup
yang berlebihan
2. Tahap Kedua
Pada tahap ini , dampak stres yang semula menyenangkan mulai menghilang dan timbul keluhan-keluhan karena habisnya cadangan energi.
3. Tahap Ketiga
Tahap ini keluhan akan semakin nyata, seperti gangguan lambung,
Dan usus ,( spt diare, gastritis / maag ), ketegangan otot semakin terasa,
Perasaan tidak tenang, insomnia, dan tubuh terasa lemah atau tidak
bertenaga.
4. Tahap Keempat
Pada tahap ini ketika orang memeriksakan diri ke dokter , seringkali dinyatakan tidak sakit karena tidak ditemukan kelainan-kelainan pada organ fisiknya.
Namun pada kondisi berkelanjutan akan muncul gejala seperti, ketidakmampuan melakukan aktivitas rutin karena perasaan bosan, kehilangan semangat, terlalu lelah, gangguan pola tidur, konsentrasi menurun, serta munculnya rasa takut dan cemas yang tidak jelas penyebabnya.
5. Tahap Kelima
Tahap ini ditandai dengan kelelahan fisik yang sangat , tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang ringan dan sederhana, gangguan pada sistem pencernaan yang semakin berat, dan meningkatnya rasa takut dan cemas.
6. Tahap Keenam
Tahap ini merupakan tahap puncak, biasanya ditandai dengan timbulnya rasa panik, takut mati, yang menyebabkan jantung semakin cepat berdetak, kesulitan untuk bernafas, tubuh bergetar dan berkeringat, adanya kemungkinan kolaps atau pingsan.
CARA MENILAI STRES
- MENURUT HOLMES DAN ROHE
Skala ini menghitung jumlah stres yang dialami seseorang dengan cara menambahkan nilai relatif stres, yang disebut Unit Perubahan Hidup (lafe change units-LCU), untuk berbagai peristiwa yang dialami seseorang.
Pada skala ini , terdapat jumlah peristiwa yang dialami seseorang selama 12 tahun terakhir, Beri tanda pada peristiwa yang dialami, misalnya , seseorang mengalami perpindahan rumah 2x/th, maka skornya 2x20 = 40. Selanjutnya seluruh nilai dijumlah untuk mengetahui total nilai stres..
1. kematian pasangan hidup 100
2. perceraian dengan pasangan 73
3. perpisahan dengan pasangan hidup 65
4. dipenjara 63
5. kematian anggota keluarga dekat 63
6. kecelakaan atau jatuh sakit 53
7. pernikahan 50
8. dipecat dari pekerjaan 47
9. rujuk dalam pernikahan 45
10. pensiun 45
11. perubahan status kesehatan anggota keluarga 44
12. kehamilan 40
13. masalah seksual 39
14. kehadiran anggota keluarga baru 39
15. penyesuaian pekerjaan/usaha 39
16. perubahan kondisi keuangan 38
17. kematian sahabat dekat 37
18. pindah kerja / perubahan pekerjaan 36
19. konflik dengan pasangan 35
20. pinjaman dalam jumlah besar 31
21. pelunasan hutang 30
22. perubahan tanggung jawab di lingkungan kerja 29
23. anak meninggalkan rumah 29
24. masalah dengan ipar, mertua, dan menantu 29
25. prestasi yang luar biasa 28
26. pasangan mulai atau berhenti bekerja 26
27. permulaan atau akhir sekolah 26
28. perubahan kondisi tempat tinggal 25
29. perubahan kebiasaan pribadi (diet, merokok) 24
30. Masalah dengan atasan 23
31. perubaqhan kondisi atau jam kerja 20
32. pindah rumah 20
33. pindah sekolah 20
34. perubahan pola rekreasi 19
35. perubahan aktivitas keagamaan 19
36. perubahan aktivitas sosial 18
37. pinjaman dalam jumlah kecil 17
38. perubahan pola tidur 16
39. perubahan jumlah pertemuan dengan keluarga 15
40. perubahan pola makan 15
41. berlibur ke luar kota/ negri 13
42. sendirian dihari libur 12
43. pelanggaran hukum ringan 11
Tingkat Stres :
Tidak signifikan < 149 Rendah = 150-200
Sedang = 200-299 Tinggi > 300
- SKALA MILLER DAN SMITH
| 1. | Saya makan makanan yang hangat dan berimbang sedikitnya 1x/ hari | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 2. | Saya tidur 7-8 jam sedikitnya empat malam dalam seminggu | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 3. | Saya memberi dan menerima kasih saying secara teratur | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 4. | Saya memiliki sedikitnya 1 orang saudara yang bias diandalkan dlm jarak 75 km | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 5. | Saya melakukan olah tubuh hingga berkeringat sedikitnya 2x seminggu | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 6. | Saya merokok kurang dari setengah bungkus sehari ( bukan perokok) | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 7. | Saya minum kurang dari 5 gelas minuman berakohol dalam seminggu (bukan peminum) | | | | | |
| 8. | Berat badan saya seimbang dengan tinggi badan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 9. | Saya memiliki penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 10. | Saya memperoleh kekuatan dari agama/keyakinan saya | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 11. | Saya menghadiri kegiatan klub atau social secara teratur | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 12. | Saya mempunyai jaringan teman atau kenalan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 13. | Saya mempunyai sedikitnya satu orang sahabat yang dapat dipercaya dalam hal-hal yang bersifat pribadi. | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 14. | Kesehatan saya baik termasuk mata, telinga dan gigi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 15. | Says dapat berbicara secara terus terang mengenai perasaan saya disaat saya marah atau gelisah | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 16. | Saya bercakap-cakap secara teratur dengan orang-orang yang tinggal bersama saya mengenai urusan rumah dan masalah keuangan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 17. | Saya melakukan sesuatu untuk bersenang-senang sedikitnya sekali dalam 1 minggu | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 18. | Saya mampu mengelola waktu dengan efektif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 19. | Saya minum kurang dari 3 cangkir kopi sehari (kafein) | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| 20. | Saya mengalokasikan waktu untuk berdiam diri sehari | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
KETERANGAN :
1 = hampir selalu
2 = biasanya
3 = kadang-kadang
4 = hampir tidak pernah
5 = tidak pernah
Skor ketahanan Stres :
0-10 poin = memiliki ketahanan luar biasa terhadap stres
11-30 = tidak terlalu rentan terhadap stres
31-50 = cukup rentan terhadap stres
51-74 = rentan terhadap stres
75-80 = sangat rentan terhadap stres
ADAPTASI TERHADAP STRES
Ketika mengalami stres , orang akan menggunakan energi fisiologis, psikologis, sosial budaya, dan spiritual untuk beradaptasi. Jumlah energi yang dibutuhkan dan efektivitas upaya adaptasi tersebut bergantung pada intensitas, lingkup dan jangka waktu stresor, serta jumlah stresor lainnya.
ADAPTASI FISIOLOGIS
Dibagi menjadi 2, adaptasi lokal ( local adaption syndrom- LAS), dan adaptasi umum ( general adaption syndrom).
Ciri- ciri adaptasi lokal yaitu bersifat lokal/ tidak melibatkan keseluruhan sistem tubuh, bersifat adaptif yaitu diperlukan stresor untuk menstimuli, bersifat jangka pendek, dan bersifat restoratif yaitu membantu memperbaiki homeostasis daerah atau bagian tubuh.
Sedangkan ciri adaptasi umum yaitu melibatkan seluruh jaringan tubuh, dan bersifat jangka panjang.
ADAPTASI PSIKOLOGIS
Adaptasi ini merupakan proses penyesuaian secara psikologis dengan cara melakukan mekanisme pertahanan diri yang bertujuan melindungi atau bertahan dari serangan atau hal yang tidak menyenangkan. Adaptasi psikologis bisa bersifat konstruktif atau destruktif. Perilaku yang konstruktif membantu individu menerima tantangan untuk memecahkan konflik. Sedangkan destruktif tidak membantu untuk mengatasi stresor.
Perilaku adaptasi psikologis juga mengacu pada mekanisme koping yang berorientasi pada tugas (task oriented), dan mekanisme pertahanan diri (ego oriented).
- Reaksi yang berorientasi pada tugas
Terdapat tiga perilaku yang umum yaitu :
a. Menyerang, yaitu bertindak menghilangkan, mengatasi stresor, atau memenuhi kebutuhan misalnya berkonsultasi dengan orang yang ahli
b. Menarik diri dari stresor secara fisik maupun emosi
c. Berkompromi yaitu mengubah metode yang biasa digunakan , dan mengganti tujuan.
- Reaksi yang berorientasi pada ego
Mekanisme pertahanan diri ini mencegah gangguan psikologis yang lebih dalam, diantaranya dengan cara :
- rasionalisasi
- pengalihan
- kompensasi
- identifikasi
- represi
- supresi
- penyangkalan
ADAPTASI SOSIAL BUDAYA
Merupakan cara untuk mengadakan perubahandengan melakukan proses penyesuaian perilaku yang sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat setempat.
ADAPTASI SPIRITUAL
Proses penyesuaian diri dengan melakukan perubahan perilaku yang didasarkan pada keyakinan yang dimiliki sesuai dengan agama yang dianutnya, misalnya orang Islam, bila stres , akan lebih giat sholat, puasa dsb.
TEHNIK MANAJEMEN STRES
Manajemen stres merupakan upaya mengelola stres dengan baik ,bertujuan mencegah dan mengatasi stres agar tidak sampai ketahap yang paling berat.
Beberapa manajemen stres yang dapat dilakukan adalah :
- mengatur diet dan nutrisi
- istirahat dan tidur
- olahraga teratur
- berhenti merokok
- menghindari minuman keras
- mengatur berat badan
- mengatur waktu
- terapi psikofarmaka
- terapi somatik
- psikoterapi
- terapi psikoreligius
Manajemen stres yang lain adalah dengan cara meningkatkan strategi koping yang berfokus pada emosi dan strategi koping yang berfokus pada masalah.
Koping yang berfokus pada emosi dilakukan antara lain dengan cara mengatur respon emosional terhadap stres melalui perilaku individu, misalnya meniadakan fakta yang tidak menyenangkan, mengendalikan diri, membuat jarak, penilaian secara positif, menerima tanggung jawab atau lari dari kenyataan /menghindar.
Koping yang berfokus pada masalah dilakukan dengan cara mempelajari ketrampilan untuk menyelesaikan masalah, seperti ketrampilan menetapkan prioritas pekerjaan, manajemen waktu, relaksasi dan meditasi.
PERAN PERAWAT DALAM MENGATASI STRES
Untuk menghadapi seseorang, yang mengalami stres, maka beberapa hal yang dapat dilakukan perawat, antara lain :
- Perawat harus mampu memfasilitasi orang yang sedang mengalami stres
- Perawat harus melakukan tindakan keperawatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen stres
- Perawat dapat menggunakan strategi pemecahan masalah yang bertujuan mengurangi stres secara efektif untuk jangka panjang serta dapat meningkatkan keyakinan diri dan kemampuan dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang akan datang.
Makalah ini diambil dari satu sumber, yaitu buku Pengantar KEBUTUHAN DASAR MANUSIA, aplikasi konsep dan proses keperawatan, karangan A.Aziz Alimul H, Penerbit SALEMBA MEDIKA.
-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar